You are currently browsing the category archive for the 'Islam' category.

“… ketahuilah , wahai Malik, bahwa aku mengirimkanmu ke suatu daerah dimana pemerintahannya, adil dan tidak adil, telah hadir sebelum kamu. Masyarakat akan melihat permasalahanmu dengan cara pandang yang sama seperti kamu melihat permasalahan penguasa sebelum kamu…. Jadi biarkanlah kekayaan yang paling kamu sayangi menjadi kekayaan dalam tindak kebenaran. Jaga hasratmu, kendalikan jiwamu dari sesuatu yang tidak diizinkan hukum untukmu…. Penuhilah hatimu dengan kasih sayang, cinta dan kebaikan untuk rakyatmu. Janganlah kamu seperti hewan yang rakus, menghitung mereka seperti umpan yang mudah dimangsa, karena pada dasarnya mereka itu ada dua macam; mereka adalah saudaramu seagama atau, paling tidak sesama makhluk Tuhan. Kesalahan bisa menjerumuskan ke arah kelalaian, kekurangan-kekurangan memperdayai mereka, dan perbuatan jahat yang dilakukan mereka oleh secara sengaja ataupun tidak sengaja. Jadi, ulurkanlah ampunan dan maaf kepada mereka, persis sebagaimana yang kamu harapkan Tuhan akan melimpahkan ampunan dan maaf kepadamu. Ketika kamu berada di atas mereka, dia yang memilih kamu berada di atas mu, dan Tuhan ada di atas mereka yang memilih kamu… Jangan pernah mengatakan, “Aku dibekali kewenangan, aku memberikan perintah, dan aku dipatuhi” sesungguhnya itu merupakan korupsi dalam hati, serta melemahkan agama…”

KH. Jalaluddin Rakhmat

Kita akan meneruskan kisah kita tentang Salman Al-Farisi. Beberapa waktu yang lalu kita membicarakan bagaimana Salman menebus dirinya dan perbudakan dengan bantuan Rasulullah Saw. Kita juga mencerjtakan jasa-jasa Salman dalam perjuangannya bersama Nabi.

Salman dan Kecintaannya pada Imam Ali

Saya ingin menyebutkan beberapa hadis dan Salman Al-Farisi dalam Pembelaannya terhadap ImamAli. Kata Salman, “Kami pernah berbai’at kepada Rasulullah Saw untuk tetap setia kepada kaum Muslimin dan mengambil Ali sebagai Imam dan berwali kepadanya.”

Di antara khotbah Salman di masjid, “Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Wahai orang Muhajirin dan Anshar, inginkah kalian aku tunjukkan yang apabila kalian berpegang teguh padanya, kalian tidak akan sesat selama-lamanya?’ Tentu ya Rasulullah Nabi bersabda, “Inilah ‘Ali saudaraku, pembantuku, pewarisku dan khalifahku, imam kalian sesudahku Maka cintailah dia karena kecintaanku kepadanya, muliakanlah dia karena aku memuliakannya Karena sesungguhnya Jibril menyampaikan kepadaku untuk menyampaikan kepada kamu apa yang aku sampaikan.

Read the rest of this entry »