You are currently browsing the tag archive for the ‘politik’ tag.

bi2oleh :
Rudi Hartono

Ketika SBY akhirnya menunjuk Budiono sebagai cawapresnya, sejumlah pihak kemudian mengasosiasikan ini sebagai ekspresi “neoliberalisme”. Bahkan, karena kerasnya tuduhan neoliberal kepada Budiono, SBY akhirnya mengklarifikasi bahwa pemerintahannya bukanlah pemerintahan neoliberal. Klarifikasi tersebut disampaikan berkali-kali, mulai dari pidato deklarasi Sabuga, Bandung, hingga klarifikasi SBY pada acara temu capres yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang Industri Indonesia (KADIN).

Dalam klarifikasi itu, SBY menggunakan keterlibatan negara dalam menstimulus sektor financial dan kaum kaya sebagai pembenaran bahwa pemerintahannya bukan neoliberal. Menurut SBY, pemerintahannya bukan penganut neoliberalisme karena tidak pernah menyerahkan semua kebijakan ekonomi pada mekanisme pasar. Bahkan, menurut SBY, pemerintahannya begitu aktif dalam memproteksi ekonomi rakyat kecil dan mengalirkan pertumbuhan. Di akhir acara tersebut, SBY menegaskan dirinya bukan seorang ultranasionalis yang mengartikan nasionalisme secara sempit, namun bukan juga penganut neoliberalisme.

Read the rest of this entry »

Seorang pemuda baru lulus dari SMU. Karena tidak punya biaya akhirnya dia memutuskan untuk bekerja. Oleh karena itu dia mendatangi pamannya yang salah seorang pengurus partai politik untuk dicarikan kerja.

“Paman, tolong carikan saya pekerjaan dong” pinta pemuda itu.

“Wah lulusan SMU ya. Kalo gitu kamu jadi pegurus partai aja.” Kata pamannya.

“Enak jadi pengurus partai, nanti kamu bisa jadi anggota DPR, trus jadi ketua DPR/MPR, bahkan jadi wakil presiden ato presiden sekalipun juga bisa” tambah pamannya semangat.

“Wah paman saya gak mau muluk-muluk, saya minta yang sederhana aja, kaya guru SD misalnya” jawab pemuda itu.

Pamannya berfikir sebentar kemudian berkata “Maaf kalo jadi guru SD kamu harus sarjana”

sumber : inilah.com

Written by Herdi Sahrasad
Tuesday, 07 April 2009

Kiat Presiden SBY mempertahankan popularitas dengan meluncurkan album ketiga mengundang banyak kritik. Mantan Presiden Abdurrahman Wahid bahkan mengecam manuver itu. “Rakyat lagi susah, presidennya kok malah yanyi!” kata Ketua Dewan Syuro PKB itu.

Produktif mana SBY sebagai presiden ketimbang penyanyi? Dalam terminologi kuantitas, jawabnya tentu yang terakhir. Bayangkan, baru satu term jadi presiden, SBY sudah meluncurkan tiga album. Album ketiganya bertajuk Evolusi diluncurkan Minggu (11/1).

Untuk apa SBY meluncurkan album ketiga ini? Dia ingin mengungkapkan isi hati dan pikirannya setelah empat tahun lebih memimpin bangsa. Dia ingin berbagi rasa keseniannya kepada masyarakat. Maka, diajaknya Yockie Suryoprayogo, musisi yang top ketika berkolaborasi dengan Chrisye dan Eros Djarot, untuk menggarapnya.

Album ketiga SBY meluncur saat kehidupan masyarakat belum juga terangkat ke harkat yang lebih baik. Kesulitan dan kesusahan masih mendera sebagian besar warga. Maka, datanglah sentilan dari Gus Dur, mantan presiden. “Rakyat sedang krisis, presidennya kok malah nyanyi,” kata Gus Dur.

Read the rest of this entry »

buku neo-lib

Ditulis oleh : Awalil Rizky dan Nasyith Majidi

Ada dua fenomena yang saling bertolak belakang berkenaan dengan pemahaman publik atas apa yang sebenarnya telah dan tengah berlangsung dalam dinamika perekonomian Indonesia. Pertama, istilah dan angka ekonomi cenderung mendominasi headline news media massa, media cetak maupun media elektronik di Indonesia saat ini. Ada berita atau ulasan mengenai kondisi perekonomian, yang dahulunya hanya dikenal mereka yang bergelut dalam wacana ilmu ekonomi, seperti : laju pertumbuhan ekonomi, kondisi APBN, perkembangan transaksi berjalan dan fluktuasi nilai tukar rupiah. Masyarakat luas akhirnya menjadi terbiasa disodori perbincangan mengenai hal-hal tersebut.

Sebagai contoh, pada awal tahun 2008, kebanyakan media memuat berita berikut ini: pemerintah mengharapkan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 6,8 persen pada tahun 2008; Volume APBN 2008 yang ditetapkan oleh pemerintah dan DPR adalah Rp 854,66 triliun; Harga minyak dunia yang membumbung tinggi memaksa pemerintah mengajukan revisi APBN 2008; Bank Indonesia mengumumkan BI-rate sebesar 8 persen pada Januari 2008; Bank Indonesia juga menyatakan bahwa cadangan devisa mencapai lebih dari US$56,9 miliar per 1 Januari 2008; Badan Pusat Statistik mengumumkan tingkat inflasi pada bulan Januari 2008 sebesar 1,77 %; dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus angka 2800 pada awal bulan Januari 2008.

Read the rest of this entry »

Seorang murid sekolah dasar mendapat pekerjaan rumah dari gurunya untuk menjelaskan arti kata POLITIK. Karena belum memahaminya, ia kemudian bertanya pada ayahnya.

Sang Ayah yang menginginkan si anak dapat berpikir secara kreatif kemudian memberikan penjelasan, “Baiklah nak, ayah akan mencoba menjelaskan denga perumpamaan, misalkan Ayahmu adalah orang yang bekerja untuk menghidupi keluarga, jadi kita sebut ayah adalah investor. Ibumu adalah pengatur keuangan, jadi kita menyebutnya pemerintah. Kami disini memperhatikan kebutuhan-kebutuhanmu, jadi kita menyebut engkau rakyat. Pembantu, kita masukkan dia ke dalam kelas pekerja, dan adikmu yang masih balita, kita menyebutnya masa depan. Sekarang pikirkan hal itu dan lihat apakah penjelasan ayah ini bisa kau pahami?”

Si anak kemudian pergi ke tempat tidur sambil memikirkan apa yang dikatakan ayahnya. Pada tengah malam, anak itu terbangun karena mendengar adik bayinya menangis. Ia melihat adik bayinya mengompol. Lalu ia menuju kamar tidur orang tuanya dan mendapatkan ibunya sedang tidur nyenyak.

Karena tidak ingin membangunkan ibunya, maka ia pergi ke kamar pembantu. Karena pintu terkunci, maka ia kemudian mengintip melalui lubang kunci dan melihat ayahnya berada di tempat tidur bersama pembantunya.

Akhirnya ia menyerah dan kembali ke tempat tidur, sambil berkata dalam hati bahwa ia sudah mengerti arti POLITIK.

Pagi harinya, sebelum berangkat ke sekolah ia mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya dan menulis pada buku tugasnya: ‘Politik adalah hal dimana para Investor meniduri kelas Pekerja, sedangkan Pemerintah tertidur lelap, Rakyat diabaikan dan Masa Depan berada dalam kondisi yang menyedihkan.”

Seorang pengusaha yang menghabiskan akhir pekannya dengan memancing pakai perahu di sebuah danau, menemukan sebuah botol yang terapung dan tertutup rapi yang segera dihampiri dan diambil oleh sang pengusaha.

Penasaran…, si pengusaha membuka tutup botol, lalu tiba-tiba dari dalam botol keluar asap yang selanjutnya menebal dan mejadi Jin raksasa yang mengambang di depan si pengusaha.

“Terimakasih tuan, tuan telah membebaskan saya, untuk ini tuan silahkan meminta tiga permintaan, saya akan mengabulkannya” kata Jin, seperti format biasa tanda terimakasih Jin yang dibebaskan oleh manusia.

Setelah kagetnya reda, si pengusaha itu terdiam sejenak lalu dia berkata, “Baiklah Jin saya ingin tahun ini tiga kejadian besar terjadi di negeri saya Indonesia ini, pertama saya ingin nilai tukar rupiah di negeri saya ini kembali menjadi Rp. 2500 per 1 dollar US nya, kedua saya mau semua uang hasil korupsi baik oleh swasta ataupun pejabat pemerintah dikembalikan kepada rakyat dan semua pelakunya dipenjarakan, ketiga saya ingin hukum benar-benar bisa ditegakkan di negeri saya ini.”

Sang Jin berpikir sejenak kemudian, menggeleng-gelengkan kepala, pelan-pelan jasadnya kembali menjadi asap lalu berkumpul masuk kedalam botol itu kembali. Dari dalam botol si Jin berseru,

“Tuan, tolong botolnya ditutup kembali…!!!!!.”

Saat “ngrumpi” di luar tugas antara orang Indonesia dan orang Eropa saling menanya perihal penghasilan masing-masing. “Berapa gaji anda dan untuk apa saja uang sejumlah itu?,” tanya orang Indonesia mengawali pembicaraan.

Orang Eropa menjawab, “Gaji saya 3.000 Euro, 1.000 euro untuk tempat tinggal, 1.000 Euro untuk makan, 500 Euro untuk hiburan.”

“Lalu sisa 500 Euro untuk apa?” tanya orang Indonesia. Orang Eropa menjawab secara ketus, “Oh … itu urusan saya, Anda tidak perlu bertanya!”

Kemudian orang Eropa balik bertanya, “Kalau penghasilan anda?”

“Gaji saya Rp950 ribu, Rp450 ribu untuk tempat tinggal, Rp350 ribu untuk makan, Rp250 ribu untuk transport, Rp200 ribu untuk sekolah anak, Rp200 ribu, bayar cicilan pinjaman, … Rp100 ribu untuk….”.

Saat orang Indonesia “nrocos” menjelaskan, orang Eropa menyetop penjelasan itu dan langsung bertanya. “Uang itu jumlahnya sudah melampui gaji anda. Sisanya dari mana?,” kata orang Eropa itu keheranan.

Kemudian, orang Indonesia itu menjawab dengan enteng,”Begini Mister, uang yang kurang, itu urusan saya, anda tidak berhak bertanya-tanya.”

Persekongkolan Jahat dibalik Utang Luar Negeri

Transaksi utang luar negeri tidak bisa dipandang sebagai transaksi utang piutang biasa. Hal ini dibuktikan oleh kehadiran utang luar negeri yang telah berlangsung sejak awal kemerdekaan, kemudian berlanjut pada masa pemerintahan Soeharto dan masih berlangsung pemerintahan saat ini.

Kemerdekaan Indonesia mendapat pengakuan dalam Konferensi Meja Bundar (KMB), setelah pemerintah Indonesia mau menanggung beban utang luar negeri yang dibuat oleh Hindia Belanda. Praktis sejak tahun 1950, pemerintah Indonesia serta merta memiliki utang yang terdiri dari utang luar negeri warisan Hindia Belanda senilai US$ 4 miliar dan utang luar negeri baru Rp. 3,8 miliar.

Read the rest of this entry »

aceh3sekitar pukul 21.00 WIB saya beserta rombongan mendarat di Bandara Iskandar Muda NAD. Ini pertama kalinya saya datang ke Aceh pada malam hari. Biasanya saya selalu datang pada siang hari. Saya masih ingat waktu Aceh sedang kacau-kacaunya apabila kita berkunjung ke sana, maka dalam berkonvoi kita akan dikawal oleh panser dari segala sisi. Namun sekarang tidak lagi. Di sepanjang jalan saya melihat orang dengan santainya mengobrol di warung kopi, toko-toko masih buka.

Ini berbeda sewaktui Aceh belum damai, ketika saya menteri ada salah seorang pejabat yang mengeluh kepada saya, dia bilang “pak Jusuf, selama ini belum ada Menteri yang berani nginap di Aceh” saya bilang ke dia “kalau begitu saya Menteri yang pertama menginap,” saya tanya dia, ” di mana daerah yang paling rawan ?” dia jawab “di Lhokseumawe pak” maka saya pergi menginap di sana. Malamnya tidak ada apa-apa, bahkan pada subuh hari saya pergi ke masjid untuk sholat. Karena itu saya ditegur “kenapa bapak berani pergi jalan subuh?” saya bilang ke orang yang menegur saya, “saya kan pergi sembahyang, tidak mungkin itu GAM mau tembak orang yang pergi sembahyang”. Jadi memang untuk mendamaikan itu kita harus tahu karakter masing-masing, dan saya paham betul karakter orang Aceh, hampir sama dengan karakter orang Bugis, maka tidak heran kalau Sultan Ismail yang orang Bugis pernah menjadi Raja di Aceh.

Read the rest of this entry »

Ceritanya setelah Pak Harto meninggal anak-anaknya ngerasa kehilangan bgt, buat melepas stress Tutut liburan ke Amerika. Di Amerika dia ketemu temen lamanya si Inem dan akhirnya si Tutut curhat sama si Inem

Tutut : “Nem gua kesepian banget nih semenjak bokap meninggal.”

Inem : “Sabar ya tut, oh iya gua denger di amerika dah di temuin telpon canggih buat nelpon ke Akhirat, tapi pulsanya mahal banget tut.”

Tutut : “Ah yang bener lu nem ayo deh anterin gua beli tuh telpon, tidak apa-apa deh mahal, gua kan kaya, yang penting gua bisa ngobatin kangen sama bokap.”

Akhirnya si tutut beli tuh telpon, trus dibawa ke rumahnya. Sampe dirumahnya di tes ternyata bener dia bisa ngomong sama bokapnya, trus akhirnya semua keluarganya pada ikut ngomong.

Waktu selesai semuanya ngomong akhirnya si tutut jadi kepikiran sama tagihan telponnya, soalnya total pembicaraan semuanya lebih dari 6 jam.

Akhirnya dia nelpon Operator buat nanya tagihannya, Ternyata kata operator tagihan cuman Rp. 53,000. tutut kaget kok murah banget akhirnya dia nelpon operator lagi buat mastiin kalo tarifnya emang murah. Kalo bener murah dia pengen nelpon lagi.

Tutut : “Ooi mister bener tuh tagihannya cuman 53 ribu, murah banget, coba cek lagi deh.”

Operator :” Oke deh saya cek, tutup aja bu nanti saya hubungin”

Setelah 5 menit akhirnya si Operator nelpon tutut

Operator : “Halo bu, ternyata bener ngga ada yang salah, tarifnya emang segitu, waktu saya cek ternyata Cendana sama neraka pulsanya lokal.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.